oleh

Bisnis Lingkungan Hidup dan Etika Memiliki keterkaitan

-Finansial-18 views

Diantara bisnis lingkungan hidup dan etika memang menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Ketiga hal tersebut saling terikat satu sama lainnya, namun tidak semua orang yang terjun dalam dunia bisnis memahaminya. Mengapa ketiga aspek itu saling terikat satu sama lain?

Hubungan Bisnis Lingkungan Hidup dan Etika

Dalam ilmu ekonomi bisnis sendiri dapat diartikan sebagai kegiatan organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen. Tujuan dari kegiatan tersebut tentu saja untuk mendapatkan laba sebanyak-banyaknya. Sedangkan lingkungan hidup memiliki makna kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan tentunya makhluk hidup.

Jika membahas soal bisnis, lingkungan hidup dan etika masih terasa kurang jika hanya membahas soal bisnis dan lingkungan hidup saja. Untuk etika sendiri pengertian umumnya yakni sebagai cabang ilmu filsafat yang saling terkait dengan berbagai nilai. Nilai tersebut berkaitan dengan baik buruknya suatu tindakan atau perbuatan seseorang, kelompok, atau organisasi.

Keterkaitan Bisnis, Lingkungan Hidup dan Etika

Tidak banyak orang tahu jika ketiga aspek tersebut saling terikat satu sama lain, bahkan seorang pengusaha pun banyak yang acuh. Makna dari kata bisnis sesungguhnya adalah suatu kegiatan yang berhubungan dan memiliki kepentingan lingkungan. Disadari atau tidak bisnis biasanya mengelola sumber-sumber ekonomi apa yang sudah tersedia di alam.

Sehingga relasi antara bisnis, lingkungan hidup dan etika memang sangat erat sekali. Ketika seseorang menjalankan bisnis pasti membutuhkan bahan baku yang tersedia di alam lingkungan. Sangat mustahil jika kita melakukan bisnis tapi tidak melibatkan lingkungan hidup sedikit pun.

Lingkungan hidup ikut dilibatkan

Karena pelaku usaha melibatkan lingkungan hidup, maka sudah seharusnya alam mendapatkan perlakuan yang pantas dan layak tanpa merusak habitat alamiahnya. Menjaga alam tersebutlah menjadi tanggung jawab pengelola usaha baik perorangan maupuun individual. Siapa pun yang melakukan bisnis dan mengambil bahan baku yang tersedia di alam, menjaga habitat alam sudah menjadi tanggung jawabnya.

Semua pelaku usaha akan tetap acuh terhadap lingkungan hidup yang ia gunakan jika tidak ada aturan yang mengaturnya. Maka dari itu, di dalam sebuah perusahaan harus mempunyai etika. Etika ini bisa menjadi kunci utama dalam persoalan bisnis dan lingkungan hidup. Hal ini membenarkan jika relasi saling terikat satu sama lain.

Menjaga lingkungan hidup

Jika suatu perusahaan menerapkan etika-etika dalam berbisnis, maka para pelaku bisnis tidak akan bertindak seenaknya terhadap lingkungan. Mereka pasti akan memperlakukan lingkungan dan alam bagaimana selayaknya, sehingga keseimbangan alam akan tetap terjaga.

Terkadang mereka selalu bertindak seolah-olah yang diperbuat tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan hidup. Untuk menjaga keseimbangan antara bisnis, lingkungan hidup dan etika memang aturan sangat perlu. Pemilik usaha perlu mengimplementasikan etika-etika bisnis, dan mempunyai tanggung jawab pada lingkungan.

Saling menguntungkan

Harus benar-benar kamu pahami bahwa yang namanya lingkungan hidup itu tidak selalu soal alam saja, melainkan banyak aspek di dalamnya. Selain alam dalam lingkungan hidup sudah pasti ada manusia, hewan dan tumbuhan. Jadi para pelaku usaha harus memiliki etika bagaimana menjalankan bisnisnya agar tidak merugikan pihak-pihak lingkungan sekitarnya. Tidak cukup lingkungan alam saja yang harus kamu jaga, tetapi manusia, hewan dan tumbuhan sekali pun.

Jika ada pertanyaan “apakah antara bisnis lingkungan hidup dan etika bisa di pilih keduanya?”. Jawabannya tentu saja tidak! Ke tiga aspek tersebut bukan sesuatu yang dapat kalian pilih satu atau dua saja. Karena melakukan bisnis perlu adanya etika untuk mengatur dan menjaga keseimbangan lingkungan hidup. Hal ini sangat perlu kamu lakukan demi keamanan, kenyamanan, dan keberlangsungan makhluk hidup yang ada.

Tuhan telah memfasilitasi makhluk-Nya dengan segala hal yang sudah tersedia di alam tanpa kekurangan. Seharusnya sebagai makhluk ciptaan-Nya, kita harus bisa menjaga dan melestarikan apa yang telah ada. Kebanyakan dari kita hanya bisa merusak, mengeksploitasi besar-besaran, dan mengacaukan tatanan keseimbangan makhluk hidup. Jika sudah memasuki dunia bisnis, yang ada di benaknya hanya bisnis dan keuntungan saja.

Sehingga dalam hal ini sangat membutuhkan seseorang atau organisasi yang beretikan, serta memiliki kesadaran hidup yang tinggi. Karena kerusakan yang terjadi di sebabkan manusia kini sudah banyak sekali dampaknya. Seperti efek rumah kaca, mencairnya es di kutub, cuaca yang tidak seimbang, dan lapisan ozon yang sudah menipis. Fenomena banjir di seluruh wilayah Indonesia, kebakaran hutan dan masih banyak lagi.

Saya menekankan sekali lagi memang di antara bisnis, lingkungan hidup dan etika merupakan tiga aspek yang tidak boleh terpisahkan. Meski pun begitu faktor yang dapat mempengaruhi ketiga hal tersebut adalah kesadaran diri yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Mereka yang mencintai Tuhan dan segala sesuatu yang telah di ciptakan-Nya, sangat mustahil jika tidak memiliki etika.

Feed News Ferdi